Jepara — Tenun Troso Hujan Gerimis menjadi salah satu karya tenun tradisional dari Desa Troso, Jepara, Jawa Tengah. Dibuat menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), kain ini memperlihatkan bagaimana keterampilan pengrajin masih menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi tenun di Jepara.
Sekilas, nama “Hujan Gerimis” terdengar sederhana. Namun, ketika melihat kainnya lebih dekat, tampak susunan motif yang rapat dan berulang memenuhi bidang kain. Perpaduan bentuk geometris dan warna membuat permukaannya terlihat kaya, sekaligus tetap memiliki pola yang teratur.

Dikerjakan dengan Alat Tenun Bukan Mesin
Tenun Troso Hujan Gerimis dikerjakan secara manual menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin atau ATBM. Prosesnya membutuhkan ketelitian sejak persiapan benang, penyusunan pola, hingga proses menenun.
Setiap gerakan alat tenun dilakukan secara berulang untuk membentuk susunan motif sesuai rancangan. Pengrajin perlu menjaga ketepatan susunan benang agar pola yang dihasilkan tetap rapi dari bagian awal hingga akhir kain.
Di sinilah keterampilan pengrajin menjadi bagian penting dari sebuah kain tenun. Bukan sekadar memasukkan benang satu demi satu, tetapi juga menjaga ritme, kerapian, dan susunan motif selama proses berlangsung.
Karena dikerjakan secara manual, kain tenun memiliki karakter yang berbeda dari tekstil yang diproduksi menggunakan mesin. Ada proses panjang dan keterampilan tangan yang menjadi bagian dari setiap helai kain.

