Pertengahan Juli 2010 aku mengantarkan gadis kecilku yang masih tk utk belajar membatik, di bu yanti – jatmiko dalam rangka untuk mengisi liburan sekolah yang lumayan panjang. satu dua tiga hari mengantar dan menungguinya sambil kulihat gadis kecilku menorehkan canting yang berisi lilin panas ke kain putih bersih.
setiap hari sambil menyelesaikan batiknya aku mencoba untuk memegang canting dan kutorehkan pada kain putih yg bersih itu…dan disitulah aku merasakn sensasinya. Ternyata ketagihan dan mencoba dan mencoba lagi.
akhirnya aku ikut belajar untuk kelas dewasa, minggu pertama kedua dan seterusnya makin aku jatuh cinta dengan batik. satu kain jadi pingin bikin kain yang kedua…kubuat untuk suami tercinta hasil karya pertamaku.
Dan akhirnya…Bunda yanti mengajak aku untuk membuat Batik Jepara, untuk nguri nguri batik Jepara yang lama tenggelam oleh Zaman. Sebenarnya Batik Jepara sudah ada sejak zaman RA Kartini terbukti kartini juga mengajarkan Batik kepada murid muridnya.
Bunda Yanti ingin memunculkan Batik Jepara dengan motif ukir jepara yang sangat Khas dan tentunya sangat Indah. Batik Jepara Tenggelam karena kalah oleh Industri mebel Jepara. Perjuangan Panjang akhirnya memberikan secercah harapan,setidaknya Batik Jepara sudah diterima oleh masyarakat Jepara.
Itulah kisah awal aku Jatuh Cinta dengan Batik, dan perjuangan masih panjang untuk senantiasa merawat cinta itu agar senantiasa tumbuh dan berkembang, harum mewangi membawa keharuman Jepara untuk mendunia.
