Motif Kawung adalah motif yang tersusun dari bentuk bulat- lonjong atau elips, susunan memanjang menurut garis diagonal miring ke kiri dan ke kanan berselang-seling. Ada banyak cerita mengenai asal mula nama “kawung”. Ada sejenis pohon palem, yang disebut pohon kawung atau pohon aren yang memiliki buah berbentuk ellips, berbentuk puting agak jernih yang disebut “kolang-kaling”. Buah ini enak dimakan dan biasanya diberi air gula dan jadi minuman. Orang menganggap motif kawung adalah gambaran dari buah kolang kaling tersebut. Ada juga satu jenis binatang yang bentuknya ellips bernama “kwangwung” sewaktu masih muda memakan ujung pohon kelapa. Sehingga ada beberapa orang beranggapan bahwa motif kawung menggambarkan bnatang kwangwung yang berbentuk ellips. Konon batik motif ini lahir ketika ada seorang pemuda dari suatu desa yang mempunyai kewibawaan dan ilmu yang tinggi sehingga sangat disegani. Ketika menghadap Raja Mataram untuk dinobatkan sebagai seorang Adipati, pemuda ini mengenakan busana batik dengan motif kawung buatan ibunya. Sang ibu berpesan agar sang putra tetap menjaga semangat kerja keras, bisa menjaga diri dari hawa nafsu, serta tidak lupa akan asal usulnya. Sejak saat itulah batik motif kawung menjadi dikenal dan digemari dilingkungan keraton. Pejabat Kerajaan yang mengenakan batik motif kawung diharapkan mencerminkan kepribadian dan perliaku sebagai pemimpin yang mampu mengendalikan hawa nafsu dan menjaga hati nurani, bekerja keras, serta tetap bertindak adil dan bijaksana